LAHAT, Suryanews86.com – Menjelang bulan suci Ramadan dan hari libur, Polres Lahat melalui Polda Sumsel meningkatkan langkah antisipasi terhadap aksi balap liar (Bali) yang kerap dilakukan oleh sebagian remaja di wilayah Kabupaten Lahat.
Aktivitas masyarakat yang cenderung meningkat, terutama menjelang berbuka puasa dan dini hari saat jalan relatif lengang, menjadi potensi untuk munculnya balapan ilegal yang dapat mengganggu ketertiban umum dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Untuk menangkal hal tersebut, Polres Lahat meningkatkan patroli rutin pada sore hari di titik-titik rawan yang kerap dijadikan arena balap liar. Selain itu, pengamanan juga diperkuat pada malam hari hingga dini hari, dimana kondisi jalan yang lebih sepi sering dimanfaatkan untuk aktivitas kebut-kebutan.
Personel ditempatkan di lokasi strategis seperti jalan protokol dan kawasan perbatasan kota untuk membubarkan kerumunan serta memberikan imbauan persuasif kepada para remaja.
Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto SIK.MIK menegaskan bahwa penindakan akan dilakukan secara tegas namun humanis.
“Petugas tidak hanya membubarkan aksi balap liar, tetapi juga melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan dan surat-surat pengendara.
Bagi pelanggar akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku sebagai efek jera sekaligus untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.
Selain tindakan represif, Polres Lahat juga mengedepankan pendekatan preventif melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah dan komunitas pemuda.
Edukasi mengenai bahaya balap liar dari sisi hukum dan risiko keselamatan terus digencarkan, dengan melibatkan tokoh masyarakat dan orang tua untuk mengoptimalkan pengawasan terhadap aktivitas remaja selama Ramadan.
Melalui langkah-langkah antisipatif tersebut, Polres Lahat berkomitmen menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Masyarakat juga diimbau untuk aktif melaporkan indikasi balap liar di lingkungan sekitar, karena sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah aksi yang membahayakan tersebut agar suasana ibadah dan kebersamaan di bulan suci dapat berjalan lancar.(DW)











