Suryanews86.Com~PALEMBANG – Lembaga Advokasi Sakerja Rakyat (Laskar) Sumatera Selatan mengumumkan rencana aksi damai yang akan digelar di depan Kantor Gubernur Sumatera Selatan pada Rabu, 19 Agustus 2026. Aksi yang diperkirakan diikuti oleh sekitar 150 massa ini bertujuan untuk menyampaikan empat tuntutan utama terkait dugaan korupsi, buruknya infrastruktur jalan, serta pelayanan aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai kurang profesional.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Deki Lubay, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dinilai mulai melenceng dari prinsip transparansi dan akuntabilitas.
“Kami tidak ingin kritik hanya berhenti di media sosial. Kami hadir secara fisik untuk meminta pertanggungjawaban nyata dari pemegang kebijakan,” ujar Deki dalam konferensi pers persiapan aksi, Selasa (18/08/2026).
Empat Tuntutan Mendesak
Dalam rilis resmi yang diterima media, Laskar Sumsel merumuskan empat poin tuntutan krusial:
1. Pengusutan Tuntas Dugaan Korupsi: Laskar mendesak penegak hukum untuk segera memeriksa dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek-proyek pembangunan dan pengelolaan anggaran di lingkungan Pemprov Sumsel. Mereka menuntut transparansi total dalam penggunaan uang rakyat.
2. Perbaikan Infrastruktur Jalan: Menyoroti kondisi ruas jalan di berbagai wilayah Sumsel yang rusak parah, Laskar menilai hal ini menghambat mobilitas ekonomi dan membahayakan keselamatan warga. Mereka mendesak percepatan perbaikan dan pemeliharaan jalan yang efektif.
3. Evaluasi Kinerja Aparatur: Adanya laporan mengenai sikap arogansi sejumlah pejabat terhadap pegawai bawahan menjadi sorotan. Laskar meminta penciptaan lingkungan kerja yang profesional, bebas dari intimidasi, dan berorientasi pada pelayanan.
4. Disiplin Pejabat Publik: Laskar mempertanyakan kehadiran fisik sejumlah pejabat di kantor dinas masing-masing. Mereka mendesak peningkatan kedisiplinan agar pelayanan publik tidak terhambat akibat absennya pengambil keputusan.
Desak Transparansi dan Profesionalisme
Selain Deki Lubay, aksi ini juga akan dikawal oleh koordinator lain seperti Jacklin, Haris, Fahmi, dan Yudha Lubay. Mereka menegaskan bahwa aksi akan berlangsung tertib dan damai, namun dengan pesan yang tegas: “Lawan Korupsi, Perbaiki Infrastruktur, Layani Rakyat dengan Jujur dan Bertanggung Jawab.”
“Pegawai negeri adalah pelayan rakyat, bukan penguasa. Jika ada oknum yang merasa lebih tinggi dari rakyat atau lalai dalam tugas, maka itu adalah pengkhianatan terhadap amanah konstitusi,” tambah salah satu koordinator, Jacklin.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Pemprov Sumatera Selatan terkait rencana aksi tersebut. Namun, aparat keamanan setempat dikabarkan telah menyiapkan protokol pengamanan untuk memastikan aksi berjalan kondusif tanpa mengganggu aktivitas perkantoran.
Laskar Sumsel mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama buruh, petani, dan mahasiswa, untuk turut memantau jalannya aksi sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan Sumatera Selatan yang lebih bersih dan adil.
(Tim Redaksi )











