Amol Gelar Aksi DemoBesar~ Besaran Di Pemkab Dan Kejari Banyuasin

banner 468x60

Banyuasin~Suryanews86.com~ Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa, Organisasi Masyarakat (Ormas), dan Lembaga Sumatera Selatan menggelar aksi demonstrasi besar di Kabupaten Banyuasin, Jumat (5/12/2025). Aksi ini merupakan respons atas mencuatnya dugaan praktik mafia pupuk subsidi di Kecamatan Rantau Bayur dan dugaan KKN pada sejumlah proyek pembangunan jalan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Aksi  massa digelar di tiga lokasi strategis, yakni Kantor Bupati Banyuasin, Kejaksaan Negeri Banyuasin, serta Polres Banyuasin. Massa melakukan orasi bergantian sambil membentangkan spanduk menolak praktik korupsi dan penyimpangan anggaran publik.

 

diterima langsung jajaran Polres Banyuasin. Dalam dialog tersebut, Kapolres menegaskan komitmen pihaknya untuk menindaklanjuti laporan dengan profesional.

“Kami siap menindaklanjuti apa yang disampaikan dengan profesional dan sesuai prosedur,” tegas Kapolres di hadapan demonstran.

Pernyataan ini menyulut semangat massa yang berharap aparat penegak hukum bertindak transparan tanpa intervensi

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan, oleh Suhaimi,SH., selalu Koordinator Aksi menyoroti dua dugaan penyimpangan serius:

1. Penyelewengan pupuk subsidi diduga melibatkan oknum Korwil BPP Kecamatan bersama distributor pupuk di Banyuasin.

2. Dugaan KKN proyek jalan di Dinas PUPR Banyuasin pada dua titik:

Ruas Jalan pangkalan Balai – Rantau Bayur Punggung

Ruas Jalan Pangkalan Balai – Desa Lebong

Aliansi meminta penyelidikan menyeluruh untuk mencegah potensi kerugian negara dan ketidakadilan terhadap masyarakat.

Aliansi memberikan batas waktu 7×24 jam kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk:

Menetapkan tersangka bila bukti kasus pupuk terbukti kuat,

Menindak oknum ASN diduga terlibat, Mengusut tuntas dugaan penyimpangan proyek jalan

 

Jika tuntutan tidak digubris, massa mengancam akan menurunkan jumlah peserta aksi lebih besar.

Sebelumnya, Polres Banyuasin melalui Pidsus diketahui telah melakukan pemeriksaan ke sebuah gudang pupuk di Desa Sejagung, Rantau Bayur, terkait dugaan penjualan pupuk subsidi di luar aturan. Namun proses hukum yang dinilai lamban memicu dugaan adanya pihak “ Yang membekingi”.

Meski membawa tuntutan keras, aksi berlangsung tertib dan damai dengan pengamanan aparat kepolisian dan Satpol PP. Massa menegaskan komitmen mendukung pemerintahan yang bersih dan transparan tanpa praktik mafia dan KKN.

Tambah Suhaimi, didampingi Toto Priyandi dan Efriadi Efendi selaku eksecutive Aliansi Mahasiswa Ormas dan LSM Sumatera Selatan berkomitmen mengawal perkembangan kasus tersebut.

 

“AMOL-Sumsel menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kepastian hukum yang jelas”. Ungkapnya.(red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *