Budi Rizkiyanto dan Tantangan Integritas Pejabat di Era Digital

banner 468x60

Ogan Ilir, Suryanews86.com – Peristiwa mengejutkan kembali mengguncang dunia maya. Sebuah foto yang diduga memperlihatkan oknum anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir berinisial R tengah berada di tempat hiburan malam di Palembang beredar luas di WhatsApp dan memicu sorotan publik. Rabu (18/03/2026).

Dalam foto tersebut, terlihat empat pria muda, salah satunya memegang botol minuman yang diduga beralkohol.

Budi, Ketua Koalisi Kekerasan Lingkungan dan Masyarakat (KKLM), menyatakan peristi ini menjadi perhatian publik mengingat peran serta tanggung jawab anggota lembaga legislatif sebagai wakil rakyat.

“Oknum anggota DPRD Ogan Ilir fraksi Gerindra dapil 1 Ogan Ilir, yang terpilih Pemilu 2024, terindikasi pesta minuman keras. Perbuatan ini sungguh tidak pantas bagi seorang wakil rakyat yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat,” ujar Budi.

Sejumlah sumber menyebut foto tersebut diyakini autentik, namun belum dapat dipastikan waktu pengambilannya—apakah sebelum atau sesudah yang bersangkutan menjabat sebagai wakil rakyat.

Di Indonesia, konsumsi minuman keras di tempat umum diatur peraturan daerah, dan bagi pejabat publik ada kode etik yang mengatur perilaku guna menjaga integritas serta citra lembaga. Pelanggaran bisa menjadi dasar proses hukum maupun tindakan disiplin internal.

Perilaku tersebut dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif. Salah satu warga menyatakan, “Pejabat itu panutan, bukan malah jadi contoh yang meresahkan.”

Publik mendesak pihak terkait, baik internal DPRD maupun partai pengusung, segera melakukan klarifikasi dan investigasi terbuka. Transparansi dinilai penting untuk memulihkan kredibilitas. “Jika terbukti melanggar kode etik, tindakan tegas harus diambil tanpa pandang bulu,” tegas publik.

Meski demikian, masyarakat diimbau tidak gegabah menarik kesimpulan. Seluruh pihak diharapkan menghormati asas praduga tak bersalah sembari menunggu klarifikasi resmi.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari yang bersangkutan maupun Partai Gerindra. Kasus ini menjadi pengingat bahwa di era digital, setiap perilaku pejabat publik berada dalam sorotan, dan kepercayaan rakyat adalah hal yang paling mahal untuk dijaga.

Sumber: Informasi dari berbagai platform digital dan warga

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *