JAKARTA , Suryanews86.com – Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA) mengumumkan akan melaksanakan aksi jalan kaki (long march) yang akan diikuti sekitar 15.000 perwakilan petani dan masyarakat adat dari seluruh Indonesia menuju Istana Negara Jakarta pada hari Senin (09/2/2026).
Aksi yang mengangkat tema “Indonesia Darurat Agraria” merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pasal 33 dengan slogan “Lawan Kaum Serakahnomics”.
Dalam siaran pers yang disebarkan KNARA, disebutkan bahwa aksi ini bertujuan untuk menyampaikan empat tuntutan utama terkait permasalahan agraria di tanah air.
Antara lain memblokir semua izin pertanahan dan kehutanan yang berkonflik dengan rakyat, menyelesaikan seluruh konflik agraria untuk kemakmuran rakyat, mengeluarkan seluruh kampung dan desa definitif dari kawasan hutan, serta membentuk Badan Nasional Reforma Agraria.
Budi Rizkiyanto, penggiat kontrol sosial asal Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menyampaikan dukungannya terhadap gerakan ini namun juga mengajak untuk tetap menjaga kondisi aman dan kondusif selama pelaksanaan aksi.
“Sebagai putra daerah yang melihat langsung bagaimana permasalahan agraria mempengaruhi kehidupan masyarakat pedesaan, terutama di Ogan Ilir yang memiliki banyak lahan pertanian dan kawasan hutan, saya sangat mendukung upaya KNARA untuk menyuarakan aspirasi rakyat,” ujar Budi Rizkiyanto.
Menurutnya, permasalahan agraria di berbagai daerah termasuk di Ogan Ilir telah menjadi akar dari berbagai masalah sosial, mulai dari kesulitan ekonomi petani hingga konflik antar pihak yang terkait dengan penggunaan lahan.
“Banyak petani dan masyarakat adat yang merasa hak mereka atas tanah terganggu akibat izin-izin yang dikeluarkan tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat lokal,” tambahnya.
Namun demikian, Budi juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan dan keamanan selama pelaksanaan aksi.
“Kita harus menyampaikan aspirasi dengan cara yang damai dan teratur. Gerakan yang baik adalah gerakan yang mampu menyampaikan pesan dengan jelas tanpa menimbulkan kerusakan atau konflik yang tidak perlu,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta aksi untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam menjaga ketertiban, serta mengimbau pemerintah untuk memberikan ruang yang cukup bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasi mereka.
“Semoga tuntutan yang diajukan dapat menjadi bahan pertimbangan serius bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih pro-rakyat di bidang agraria,” pungkas Budi Rizkiyanto.
Saat ini KNARA telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan pelaksanaan aksi berjalan dengan lancar dan aman.
Sumber: Siaran Pers KNARA dan Penyampaian Budi Rizkiyanto (Penggiat Kontrol Sosial Ogan Ilir)
Penulis: Tim Redaksi Media Sumsel











