Vendor Berganti, Driver Lama Disingkirkan: Ada Apa di Balik SBS dan Go Rental

banner 468x60

MUARA ENIM, suryanews86.Com  – Pergantian vendor transportasi di wilayah tambang Tanjung Enim berubah menjadi polemik panas. PT Satria Bahana Sarana (SBS) dan PT Go Rental kini disorot tajam, menyusul dugaan ketidaktransparanan hingga indikasi “permainan” dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

Transisi dari PT Srikandi Multi Rental (SMR) ke PT Go Rental dinilai amburadul. Puluhan driver lama yang selama ini bekerja justru terabaikan tanpa kejelasan.

Data yang dihimpun menyebutkan, dari sekitar 66–67 driver eksisting, hanya sekitar 13 orang yang direkomendasikan masuk ke vendor baru. Sisanya Terbuang tanpa kepastian.

“Tidak ada pemberitahuan resmi. Tiba-tiba saja nama-nama tertentu yang masuk,” ungkap salah satu sumber kepada media ini.

Lebih jauh, mencuat dugaan adanya intervensi dari internal sistem Transport Management System (TMS) SBS dalam menentukan siapa yang lolos dan siapa yang tersingkir.

Tak berhenti di situ, dugaan pelanggaran prosedur juga muncul. Seorang oknum yang disebut sebagai Banpol di lingkungan SMR diduga meminta data KTP dan nomor HP driver tanpa dasar instruksi resmi perusahaan.

Pertanyaannya: untuk apa data tersebut dikumpulkan? Dan atas perintah siapa?

Sementara itu, para pekerja mengaku dirugikan secara materi. Sejumlah driver telah mengikuti medical check-up (MCU) dengan biaya pribadi, namun pada akhirnya tidak direkrut.

“Kalau tahu seperti ini, kami tidak akan keluar uang untuk MCU. Ini jelas merugikan,” keluh salah satu pekerja.

Yang lebih memicu kemarahan publik, dugaan pengabaian tenaga kerja lokal Ring 1. Padahal, prinsip pemberdayaan masyarakat sekitar selama ini selalu digaungkan.

Ironisnya, muncul indikasi adanya kandidat dari luar wilayah yang justru lebih diakomodir dibandingkan tenaga kerja lokal.

Media ini juga menyoroti kejanggalan administratif. Laporan ke Dinas Tenaga Kerja tercatat pada 27 Maret 2026, sementara grup seleksi driver sudah terbentuk sejak 8 Maret 2026. Ada apa?

Sejumlah pertanyaan kini mengemuka:

Apakah kontrak antara PT SBS dan PT Go Rental memang mengatur pola rekrutmen seperti ini?

Benarkah ada intervensi dalam proses seleksi

Siapa yang bertanggung jawab atas dugaan pengumpulan data pribadi secara ilegal

Mengapa tenaga kerja lokal justru tersisih

Hingga berita ini diterbitkan, PT Satria Bahana Sarana, PT Go Rental, maupun manajemen PT Bukit Asam Tbk belum memberikan klarifikasi resmi.

Persoalan ini bukan sekadar pergantian vendor, tetapi menyangkut nasib puluhan pekerja dan kepercayaan publik.

Jika benar terjadi pelanggaran, maka ini bukan lagi soal administrasi—melainkan dugaan praktik yang mencederai keadilan tenaga kerja.

Pewarta Alan dopalga

085709460855

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *