Pengkhianatan Rakyat” Ketua Gempita Ogan Ilir Kritik Pedas Pemborosan Anggaran di Ogan Ilir

banner 468x60

OGAN ILIR, Zonanusantara.my.id – Dugaan pemborosan anggaran kembali mencoreng wajah pemerintahan Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Seorang oknum pejabat OPD diduga menghambur-hamburkan dana publik hingga mencapai Rp300 juta hanya untuk kegiatan dua hari di Palembang. Angka fantastis ini memicu kemarahan publik dan menuntut tindakan tegas dari aparat pengawas.

Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, telah melontarkan kritik keras terkait hal ini saat pelantikan Pj Sekda pada Senin (8/12/2025). Namun, kritik tersebut kini mendapat dukungan dan sorotan tajam dari Ketua Gerakan Pemuda Cinta Tanah Air (Gempita) Ogan Ilir, Budi Rizkiyanto.

Budi Rizkiyanto mengecam keras dugaan pemborosan anggaran tersebut. Ia menilai, tindakan oknum pejabat tersebut sangat tidak pantas di tengah kondisi masyarakat yang masih banyak mengalami kesulitan ekonomi.

“Ini sangat memalukan! Di saat rakyat masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, ada oknum pejabat yang dengan entengnya menghabiskan ratusan juta rupiah hanya untuk kegiatan yang tidak jelas manfaatnya. Ini adalah pengkhianatan terhadap amanah rakyat,” tegas Budi Rizkiyanto.

Ia juga mempertanyakan keberanian oknum pejabat OPD yang diduga berani melawan instruksi Bupati Ogan Ilir terkait efisiensi anggaran.

“Kenapa ada OPD yang berani melawan instruksi Bupati? Apakah ada jaringan elit yang melindungi oknum-oknum ini? Ini harus diusut tuntas!” serunya.

Budi Rizkiyanto mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan investigasi mendalam terhadap dugaan pemborosan anggaran ini.

Ia juga meminta pemerintah daerah untuk bersikap transparan dan memberikan sanksi tegas kepada oknum pejabat yang terbukti bersalah.

“Kami dari Gempita Ogan Ilir akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

Kami tidak akan membiarkan uang rakyat dihambur-hamburkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Ardani juga telah menyampaikan kritik keras terkait dugaan pemborosan anggaran ini. Ia menyindir bahwa OPD seharusnya fokus pada inovasi, pelayanan, dan penghematan, bukan malah berlomba menghabiskan anggaran.

Sumber internal yang enggan disebutkan namanya bahkan mengungkap adanya laporan lain dengan nilai yang lebih fantastis.

Hal ini semakin memperburuk citra birokrasi Ogan Ilir dan memicu kemarahan publik.

Rakyat Ogan Ilir menuntut investigasi tuntas, pembukaan nama pelaku, dan pengembalian seluruh anggaran yang dihamburkan.

Uang Rp 300 juta tersebut adalah uang rakyat yang seharusnya kembali dalam bentuk layanan yang bermanfaat, bukan dalam bentuk kuitansi-kuitansi yang tidak jelas.

By: Tim Ketua Pewarta Warga Ogan Ilir – Indonesia

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *